Akreditasi Sekolah: Panduan Lengkap, Tahapan, dan Strategi Sukses Terbaru
| sumber: https://ban-pdm.id/grafik-akreditasi |
Mengapa Akreditasi Penting?
Hallo sobat Ops Sekolah, pernahkah kamu bertanya, kenapa dua sekolah dengan fasilitas hampir sama bisa punya reputasi yang berbeda jauh? Jawabannya sering kali tersembunyi di satu kata yang sederhana, tapi bermakna besar yaitu akreditasi.
Akreditasi bukan sekadar formalitas atau cap di dokumen sekolah. Ada alasan mendasar mengapa setiap sekolah wajib mengikuti proses ini:
- Akreditasi berfungsi untuk memastikan hak anak bangsa memperoleh pendidikan berkualitas. Instrumen akreditasi (misalnya Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 246/O/2024) disusun untuk memotret kinerja satuan pendidikan secara performance-based. Kinerja yang diukur mencakup ragam aspek layanan yang dipercaya dapat membangun kompetensi dan karakter peserta didik.
- Akreditasi adalah bentuk penjaminan mutu eksternal terhadap layanan satuan pendidikan, baik formal maupun pendidikan kesetaraan (Permendikbudristek No 38 Tahun 2023). Dengan kata lain, akreditasi adalah wujud kepatuhan terhadap peraturan dan standar mutu yang berkelanjutan.
- Sekolah yang akreditasinya baik memberi jaminan kualitas kepada masyarakat. Penyelenggara pendidikan perlu membangun kolaborasi dengan orang tua dan wali untuk merespons kebutuhan peserta didik secara cerdas dan tepat guna. Dalam konteks ini, akreditasi menjadi perwujudan kemitraan antara sekolah dan Badan Akreditasi Nasional dalam menjamin mutu layanan pendidikan.
- Melalui akreditasi, sekolah negeri maupun swasta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kinerja terbaik, memanfaatkan proses penjaminan mutu secara berkelanjutan, dan meningkatkan reputasi.
Pengertian Akreditasi Sekolah
Akreditasi sekolah adalah proses penilaian resmi yang dilakukan untuk mengetahui seberapa baik mutu pendidikan di sebuah sekolah. Sederhananya, ini seperti “sertifikat kualitas” bagi sekolah yang menunjukkan apakah sekolah tersebut sudah memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan pemerintah.
Tujuan utamanya jelas yaitu menjamin mutu pendidikan, memberi pengakuan resmi atas kualitas sekolah, dan sekaligus menjadi panduan bagi orang tua dan masyarakat dalam menilai kualitas pendidikan. Selain itu, akreditasi juga membantu sekolah mengidentifikasi kelebihan dan area yang perlu diperbaiki, sehingga bisa terus berkembang dan meningkatkan layanan pendidikan bagi murid.
Dengan kata lain, akreditasi bukan sekadar formalitas atau cap di dokumen, tapi alat penting untuk memastikan sekolah benar-benar memberikan pendidikan berkualitas. Jadi, sekolah yang akreditasinya baik biasanya lebih dipercaya orang tua dan lebih siap menghadapi tantangan pendidikan modern.
Siklus Akreditasi
Tahun 2025 jadi momen penting bagi banyak sekolah karena merupakan salah satu titik siklus akreditasi yang menentukan. Biasanya, akreditasi dilakukan secara periodik setiap 4-5 tahun, dan tahun ini menandai periode pembaruan regulasi atau instrumen akreditasi terbaru dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M ) atau Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP).
Bagi sekolah, ini berarti harus siap menyesuaikan diri dengan standar terbaru, mulai dari dokumen bukti fisik, data sekolah, hingga metode penilaian. Kalau sekolah terlambat menyiapkan diri, bisa berisiko tidak lulus akreditasi atau mendapat nilai yang kurang optimal.
Singkatnya, tahun 2025 bukan sekadar angka di kalender, tapi momentum untuk menilai, memperbaiki, dan memastikan mutu pendidikan tetap terjaga. Sekolah yang siap sejak awal akan lebih mudah menghadapi visitasi dan bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas layanan dan reputasi sekolah.
| Data Perkembangan Akreditasi |
Memahami Dasar Hukum dan Perubahan Akreditasi
Setiap proses akreditasi sekolah tidak lepas dari dasar hukum yang mengaturnya. Di Indonesia, akreditasi diatur oleh BAN-S/M dan regulasi terkait pendidikan, termasuk Peraturan Menteri Pendidikan, Permendiknas, atau kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan.
Tahun 2025 menjadi penting karena bisa saja ada pembaruan regulasi atau penyempurnaan instrumen akreditasi. Perubahan ini biasanya menyasar cara penilaian, kriteria mutu, atau dokumen pendukung yang wajib disiapkan sekolah.
Memahami dasar hukum ini penting bukan hanya untuk memenuhi aturan, tapi juga untuk menghindari kesalahan administratif yang bisa mempengaruhi hasil akreditasi. Dengan memahami regulasi terbaru, sekolah bisa mengatur strategi persiapan dengan lebih efisien, memastikan semua dokumen dan bukti dukung siap, dan tetap berada di jalur yang benar menuju akreditasi yang sukses.
Landasan Hukum Akreditasi Sekolah
Proses akreditasi sekolah tidak bisa lepas dari dasar hukum yang mengaturnya. Landasan hukum ini penting agar sekolah tahu kewajiban dan standar yang harus dipenuhi, sekaligus menjadi pedoman resmi bagi BAN-PDM dalam menilai mutu pendidikan.
Beberapa dasar hukum dan pedoman terbaru yang berlaku untuk akreditasi pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah antara lain:
- Permendikbudristek No. 38 Tahun 2023 tentang Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah
- Mengatur secara rinci proses, kriteria, dan standar akreditasi untuk semua jenjang.
- Menegaskan bahwa BAN-PDM bersifat mandiri dan profesional dalam melaksanakan akreditasi.
- Instrumen Akreditasi Tahun 2024 (Untuk Dikdasmen)
- Pada tahun 2025, akreditasi pendidikan dasar dan menengah menggunakan instrumen baru ini.
- Instrumen ini disempurnakan dari versi sebelumnya, agar menilai kinerja sekolah secara lebih komprehensif dan akurat.
- Instrumen Akreditasi Sebelumnya (Untuk PAUD)
- Pendidikan Anak Usia Dini masih diperbolehkan menggunakan instrumen lama sesuai Permendikbudristek No. 38/2023 Pasal 57.
- Hal ini memberikan fleksibilitas bagi PAUD dalam menyesuaikan diri sambil tetap menjaga mutu layanan pendidikan.
- Pedoman Umum Pelaksanaan Akreditasi
- Digunakan oleh BAN-PDM pusat, BAN-PDM provinsi, dan satuan pendidikan/program pendidikan kesetaraan.
- Memuat 7 tahapan akreditasi:
- Identifikasi dan Penetapan Sasaran Akreditasi
- Sosialisasi Pelaksanaan Akreditasi
- Pra-Visitasi
- Visitasi dan Penilaian
- Validasi Hasil Visitasi
- Penetapan Hasil Akreditasi
- Sosialisasi Hasil Akreditasi dan Rekomendasi Tindak Lanjut
Dengan memahami landasan hukum ini, sekolah tidak hanya bisa mempersiapkan dokumen dan bukti dukung dengan tepat, tetapi juga mengetahui hak dan kewajiban dalam setiap tahapan akreditasi.
Pembaruan dan Pergeseran Fokus Akreditasi
Pada tahun 2025, akreditasi sekolah mengalami beberapa perubahan penting dibandingkan siklus sebelumnya. Jika dulu penilaian lebih menekankan ketersediaan dokumen, kini fokusnya bergeser ke kinerja dan dampak nyata sekolah terhadap peserta didik. Artinya, sekolah tidak hanya dinilai berdasarkan kelengkapan administrasi, tapi juga bagaimana layanan pendidikan membangun kompetensi dan karakter murid secara nyata.
Perubahan ini sejalan dengan penggunaan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) terbaru tahun 2024, yang dirancang untuk menilai sekolah secara lebih komprehensif, berbasis kinerja, dan berfokus pada hasil belajar serta kualitas layanan pendidikan. IASP terbaru mendorong sekolah untuk menunjukkan bukti nyata dari kinerja mereka, termasuk inovasi pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
Peran Teknologi pada Sispena (Sistem Penilaian Akreditasi)
Sispena (Sistem Penilaian Akreditasi) adalah platform digital resmi yang digunakan sekolah untuk mengelola seluruh proses akreditasi secara terstruktur dan efisien. Melalui Sispena, sekolah dapat mengunggah dokumen, bukti kegiatan, dan data kinerja yang menjadi dasar penilaian oleh asesor
Teknologi kini memegang peran penting dalam akreditasi. Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena) digunakan untuk proses pengajuan, penilaian, dan validasi data sekolah secara digital. Dengan Sispena, sekolah bisa:
-
Mengunggah dokumen dan bukti dukung secara online
Melacak status pengajuan akreditasi secara real-time
-
Memudahkan BAN-PDM dalam melakukan penilaian dan validasi hasil visitasi
Dengan adanya pergeseran fokus ke kinerja dan dukungan teknologi, akreditasi 2025 diharapkan lebih efektif, transparan, dan mencerminkan kualitas nyata sekolah. Sekolah yang memanfaatkan Sispena dengan baik akan lebih mudah mengatur dokumen, menyiapkan bukti kinerja, dan meningkatkan peluang meraih hasil akreditasi terbaik.
Instrumen dan Standar Akreditasi
Instrumen Akreditasi adalah alat atau pedoman yang digunakan untuk menilai kualitas sekolah secara sistematis. Instrumen ini membantu asesor melihat apakah sekolah telah menjalankan misi pendidikan dengan baik, mulai dari kinerja guru, proses pembelajaran, manajemen sekolah, hingga hasil belajar murid. Dengan kata lain, instrumen adalah “alat ukur” yang memudahkan penilaian akreditasi secara objektif.
Sementara itu, Standar Akreditasi mengacu pada kriteria atau patokan mutu yang harus dipenuhi sekolah. Standar ini umumnya merujuk pada Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang mencakup semua aspek pendidikan: kompetensi lulusan, proses pembelajaran, guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, manajemen, dan penilaian pendidikan.
Jika digabungkan, instrumen dan standar akreditasi bekerja sebagai sistem yang terintegrasi yang artinya instrumen menjadi cara menilai, sedangkan standar menjadi acuan kualitas yang harus dicapai. Dengan memahami kedua konsep ini, sekolah dapat memfokuskan persiapan akreditasi pada hal-hal yang benar-benar penting, memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga, dan menunjukkan kinerja terbaik di mata BAN-PDM dan masyarakat.
Komponen Inti pada Akreditasi
Kinerja Guru dalam Pembelajaran
Guru adalah jantung proses belajar. Penilaian menekankan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan kemampuan guru memfasilitasi murid belajar aktif. Kinerja guru yang baik akan langsung terlihat pada proses belajar yang efektif dan hasil belajar murid.
Kepemimpinan Sekolah
Penilaian ini melihat kepemimpinan dan manajemen sekolah, termasuk perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi proses pendidikan. Kepemimpinan yang efektif memastikan seluruh proses berjalan tertata dan mendukung mutu pendidikan.
Iklim Lingkungan Belajar
Lingkungan sekolah mencakup budaya belajar, interaksi sosial, serta dukungan emosional dan akademik. Sekolah yang memiliki iklim belajar positif membuat anak-anak terbiasa belajar, memahami, dan menumbuhkan perilaku baik.
Hasil Pembelajaran / Lulusan
Hasil belajar murid menjadi refleksi nyata dari kualitas sekolah. Penilaian mencakup kompetensi akademik, keterampilan, dan karakter yang dikembangkan selama murid menempuh pendidikan.
Instrumen terbaru (IASP 2024) versi-2025 dirancang agar asesor dapat menilai kondisi sekolah di lapangan secara objektif, tanpa membatasi kreativitas atau konteks unik sekolah. Dengan fokus pada keempat komponen inti ini, sekolah bisa memprioritaskan perbaikan yang berdampak nyata bagi murid, guru, dan masyarakat, sekaligus menunjukkan kinerja terbaik dalam akreditasi 2025.
Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam Konteks Akreditasi
Standar Nasional Pendidikan (SNP) adalah patokan yang digunakan untuk menilai mutu pendidikan di Indonesia. SNP menjadi acuan utama dalam akreditasi, karena melalui standar ini sekolah dinilai apakah mampu memberikan layanan pendidikan yang memenuhi kriteria nasional.
Dalam konteks akreditasi, SNP mencakup beberapa aspek penting:
-
Standar Kompetensi Lulusan
Menilai hasil belajar murid, apakah mereka telah menguasai kompetensi dasar, keterampilan, dan karakter yang diharapkan. Lulusan yang berkualitas mencerminkan sekolah yang berhasil menjalankan misi pendidikannya. -
Standar Isi dan Proses Pembelajaran
Menentukan kurikulum, materi ajar, dan metode pembelajaran. Penilaian SNP memastikan sekolah menyelenggarakan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik. -
Standar Guru dan Tenaga Kependidikan
Menekankan kompetensi, profesionalisme, dan kinerja guru. Guru yang kompeten dan kreatif menjadi kunci tercapainya mutu belajar yang optimal. -
Standar Sarana dan Prasarana
Mengukur apakah fasilitas sekolah mendukung proses belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi murid. -
Standar Pengelolaan dan Pembiayaan
Melihat bagaimana sekolah mengelola sumber daya dan anggaran untuk mendukung proses belajar. -
Standar Penilaian Pendidikan
Mengkaji sistem penilaian di sekolah, agar hasil belajar murid terukur secara objektif dan bisa digunakan untuk perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Dalam akreditasi, penilaian berdasarkan SNP membantu asesor melihat gambaran menyeluruh tentang kinerja sekolah. SNP menjadi kerangka kerja untuk menilai semua komponen pendidikan, dari guru, murid, hingga manajemen sekolah.
Dengan memahami SNP, sekolah bisa lebih mudah menyesuaikan diri dengan instrumen akreditasi terbaru (IASP 2024) dan fokus pada perbaikan yang berdampak nyata bagi murid dan masyarakat.
Strategi Sukses Menghadapi Akreditasi 2025
Tahun 2025, dengan instrumen akreditasi terbaru dan fokus pada kinerja nyata, menuntut sekolah lebih siap, terencana, dan strategis. Dalam bagian ini, kita akan membahas strategi sukses yang bisa diterapkan sejak tahap persiapan hingga penilaian akhir, agar sekolah mampu meraih hasil akreditasi terbaik dan memperkuat layanan belajar bagi anak-anak.
Tahap Persiapan Awal (12-16 Bulan Sebelumnya)
Persiapan adalah kunci sukses menghadapi akreditasi. Semakin awal sekolah menyiapkan diri, semakin besar peluang meraih hasil terbaik. Berikut langkah-langkah penting pada tahap awal:
- Pembentukan Tim Akreditasi : Tim akreditasi adalah tulang punggung persiapan sekolah. Tim ini biasanya terdiri dari perwakilan guru, staf administrasi, dan manajemen sekolah. Tugas mereka bukan sekadar mengumpulkan dokumen, tapi juga mengkoordinasikan evaluasi, program perbaikan, dan komunikasi internal agar seluruh proses berjalan lancar.
- Melakukan Evaluasi Diri Sekolah (EDS) / Audit Internal : Evaluasi ini menggunakan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) terbaru. Tujuannya adalah untuk melihat kondisi nyata sekolah, menilai kinerja guru, proses pembelajaran, manajemen, dan hasil belajar murid. EDS membantu sekolah menemukan celah dan kekuatan sehingga persiapan akreditasi lebih terarah.
- Pemetaan Kelemahan dan Perumusan Program Perbaikan : Setelah EDS, sekolah bisa membuat peta kelemahan: bagian mana yang perlu diperbaiki, sumber daya yang dibutuhkan, dan siapa yang bertanggung jawab. Dari sini, tim akreditasi merumuskan program perbaikan terencana, mulai dari peningkatan kompetensi guru, penyusunan dokumen, hingga perbaikan sarana-prasarana.
Tahap persiapan awal ini sangat krusial karena memastikan sekolah tidak hanya siap secara dokumen, tapi juga secara kinerja dan budaya belajar. Dengan persiapan matang sejak 12–18 bulan sebelumnya, sekolah akan lebih percaya diri menghadapi visitasi dan penilaian akreditasi 2025.
Tahap Pengumpulan Bukti Fisik dan Non-fisik
Setelah tahap persiapan awal, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan bukti yang akan menunjukkan kinerja nyata sekolah. Tahap ini sangat penting karena akreditasi modern menekankan bukti kinerja dan proses, bukan sekadar dokumen administratif.
-
Pentingnya Data Digital
Di era digital, bukti bisa berupa foto kegiatan sekolah, video pembelajaran, link berita atau publikasi, dan dokumen digital lainnya. Data digital ini mempermudah asesor dalam menilai kondisi sekolah secara lebih nyata dan transparan, sekaligus menjadi arsip yang bisa digunakan untuk evaluasi berkelanjutan. -
Fokus pada Bukti Kinerja dan Proses
Sekolah harus menekankan bukti yang menunjukkan aktivitas belajar-mengajar, inovasi guru, manajemen kelas, dan keterlibatan murid. Dokumen administratif tetap penting, tapi yang lebih bernilai adalah cara sekolah menjalankan proses pendidikan dan dampaknya terhadap murid.
Dengan mengumpulkan bukti fisik dan non-fisik yang lengkap dan relevan, sekolah lebih siap menghadapi visitasi, asesor bisa menilai dengan objektif, dan peluang mendapatkan hasil akreditasi terbaik pun meningkat.
Mengisi DAK dan Upload Bukti Fisik Akreditasi Kedalam Sispena
Setelah semua dokumen dan bukti kinerja sekolah siap, langkah berikutnya adalah memasukkan data ke dalam Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena). Proses ini sangat penting karena menjadi basis digital bagi asesor untuk menilai kondisi sekolah secara objektif.
Dengan pengisian DKA yang tepat dan lengkap, sekolah bisa memastikan seluruh bukti dan informasi tersimpan rapi, siap diverifikasi, dan memudahkan proses akreditasi 2025. Berikut cara pengisian DKA di web sispena Setelah Dokumen Lengkap:
- Login ke Sispena
- Buka situs resmi Sispena BAN-PDM.
- Masukkan akun sekolah dan password yang diberikan.
- Pastikan koneksi internet stabil supaya proses unggah dan simpan data berjalan lancar.
- Pilih Menu DKA / Pengisian Data Akreditasi
- Setelah login, pilih menu “DKA” atau “Pengisian Data Akreditasi”.
- Pastikan jenjang pendidikan dan satuan pendidikan yang dipilih sesuai dengan dokumen yang sudah dipersiapkan.
- Lengkapi Data Identitas Sekolah
- Masukkan data dasar: nama sekolah, NPSN, alamat, jenjang, dan kontak resmi.
- Pastikan data ini sesuai dokumen resmi agar tidak terjadi masalah validasi.
- Unggah Bukti Fisik dan Non-fisik
- Unggah semua dokumen yang sudah disiapkan: foto kegiatan, video pembelajaran, dokumen administrasi, sertifikat, atau link berita.
- Sesuaikan unggahan dengan komponen penilaian:
- Kinerja guru
- Kepemimpinan sekolah
- Iklim lingkungan belajar
- Hasil pembelajaran/lulusan murid
- Isi Self-Assessment (Evaluasi Mandiri Sekolah)
- Sispena biasanya meminta sekolah melakukan evaluasi mandiri berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP).
- Jawab pertanyaan sejujur mungkin sesuai kondisi nyata, jangan menambahkan informasi yang tidak akurat.
- Simpan dan Cek Kembali
- Klik “Simpan” setelah semua data terisi.
- Gunakan fitur preview atau cetak sementara untuk memeriksa apakah ada data atau dokumen yang terlewat.
- Submit DKA ke BAN-PDM
- Setelah yakin semua lengkap dan benar, klik “Submit”.
- Sekolah akan menerima status, misalnya:
- Terverifikasi → siap untuk dinilai oleh asesor
- Butuh Perbaikan → ada dokumen atau data yang perlu dilengkapi
Dampak Akreditasi Terhadap Sekolah dan Siswa
Akreditasi bukan sekadar formalitas, tapi memiliki dampak nyata bagi sekolah. Berikut beberapa manfaat utama:
Peningkatan Kepercayaan Publik
Hasil akreditasi yang baik menunjukkan bahwa sekolah memberikan layanan pendidikan berkualitas. Hal ini meningkatkan kepercayaan orang tua, masyarakat, dan pemangku kepentingan terhadap sekolah.
Legitimasi Operasional
Sekolah yang terakreditasi secara resmi mendapatkan pengakuan legal dan legitimasi untuk beroperasi, sesuai standar nasional pendidikan. Ini penting agar sekolah dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara sah dan diakui pemerintah.
Peluang Pendanaan dan Dukungan
Sekolah yang memiliki akreditasi baik lebih mudah mengakses program pendanaan, bantuan, atau hibah dari pemerintah maupun lembaga lain. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas guru, dan inovasi pembelajaran.
Rencana Perbaikan Jangka Panjang
Akreditasi membantu sekolah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan. Dengan hasil akreditasi, sekolah bisa menyusun rencana perbaikan jangka panjang untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan
Akreditasi juga membawa manfaat langsung bagi siswa dan orang tua, di antaranya:
Jaminan Kualitas Pendidikan
Dengan akreditasi, orang tua dan siswa mendapatkan keyakinan bahwa sekolah menjalankan standar pendidikan yang diakui secara nasional. Hal ini mencakup proses belajar yang efektif, guru yang kompeten, dan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak.
Kemudahan Melanjutkan ke Jenjang Berikutnya
Sekolah yang memiliki akreditasi baik, terutama A atau Unggul, memberikan keuntungan bagi siswa saat melanjutkan pendidikan. Nilai rapor dan dokumen pendukung dari sekolah terakreditasi akan lebih mudah diterima oleh sekolah atau perguruan tinggi berikutnya, sehingga membuka peluang lebih besar untuk pendidikan lanjutan.
Penutup
Akreditasi bukan sekadar formalitas administratif ini adalah proses penting untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Mulai dari kinerja guru, kepemimpinan sekolah, lingkungan belajar, hingga hasil pembelajaran siswa, semua dinilai untuk memastikan sekolah mampu memberikan layanan pendidikan terbaik. Dengan persiapan yang matang dan penggunaan instrumen terbaru, sekolah dapat menunjukkan kinerja nyata dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan.
📢 Jangan Tunggu Lagi! Persiapan akreditasi 2025 adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas sekolah dan layanan belajar bagi anak-anak. Bentuk tim akreditasi sekarang, lakukan evaluasi diri, dan kumpulkan bukti kinerja sekolah secara lengkap.
Bagikan artikel ini agar lebih banyak sekolah dan guru memahami pentingnya akreditasi, dan tulis komentar atau pengalaman Anda. Setiap pengalaman yang dibagikan bisa menjadi inspirasi dan pelajaran berharga bagi sekolah lain. Bersama-sama, kita bisa menghadirkan pendidikan berkualitas untuk setiap anak bangsa!
Referensi:
Gabung dalam percakapan