Tugas Operator Sekolah - Bulan Januari
Halo sobat OPS
Apa kabar di awal tahun ini? Semoga semuanya sehat, waras, dan tetap punya stok semangat, ya. Awal tahun itu ibarat halaman baru masih bersih, tapi juga rawan ketumpahan kopi kalau nggak hati-hati.
Di tulisan ini, saya mau ngobrol santai soal apa saja tugas operator sekolah di bulan Januari?. Kelihatannya sepele, tapi kalau luput satu-dua hal, efek dominonya bisa ke mana-mana.
Update Dapodik Versi Terbaru: Ritual Wajib Awal Tahun
Januari itu identik dengan satu kata "update data". Mulai dari data guru, tendik, peserta didik, sampai jam beban tugas guru beserta tugas tambahnya. Semua wajib diperbarui di awal tahun ajaran berjalan.
Tapi, sebelum jauh melangkah, ada satu gerbang yang harus dilewati yaitu instal Dapodik versi terbaru. Biasanya, kalau berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, aplikasi Dapodik rilis di minggu ke-2 atau ke-3 Januari. Jadi, sambil nunggu rilis resmi, OPS sebaiknya sudah mulai ancang-ancang.
Apa saja yang perlu disiapkan?
Data guru dan tendik, terutama kalau ada perubahan:
- Data KK
- Sertifikasi
- Riwayat pendidikan
- Jabatan
- Pangkat dan gologangan
- Tunjangan
- SK Berkala dan
- Berbagai data kepegawaian yang terkait lainnya
Kenapa ini penting? Karena data ini bukan cuma numpang lewat di Dapodik. Arkas akan menarik data langsung dari Dapodik, dan ujung-ujungnya berimbas ke:
- Pembayaran sertifikasi
- Penggajian lewat dana BOS pada Aplikasi ARKAS
- Program PPG dalam Jabatan, dan
- Sulinjar pada kegiatan ANBK nantinya
Salah data, telat update, efeknya bisa bikin kepala panas satu sekolah.
Fokus ke Peserta Didik, Terutama Kelas 1
Masuk ke bagian yang sering bikin OPS geleng-geleng kepala "data peserta didik". Di sini, saya pribadi selalu pasang fokus utama ke kelas 1.
Kenapa kelas 1? Berdasarkan pengalaman, justru di jenjang inilah kesalahan data paling sering muncul. Biasanya baru ketahuan pas anaknya sudah naik kelas 2 atau bahkan lebih tinggi. Dan ya… ribetnya minta ampun.
Beberapa data yang wajib dicek ulang:
- NIK Anak
- Nomor KK
- Nama ayah & ibu
- Penghasilan orang tua
- Pekerjaan Orang Tua
- Alamat rumah
- Nomor kontak orang tua
- DLL
Kalau kamu tipe OPS yang telaten, sekalian saja update tinggi dan berat badan siswa. Nggak wajib, tapi lumayan bikin data makin rapi.
Lebih baik repot di awal daripada pusing di tengah jalan. Karena kalau sudah telanjur, biasanya orang tua baru lapor sambil bawa nada panik.
Tips Cepat mengatasi masalah ini: Kerja Sama dengan Guru Kelas
Di sinilah seni jadi OPS diuji. Jangan kerja sendirian. Kerja sama dengan guru kelas 1 itu wajib hukumnya. Minta bantuan mereka untuk menyampaikan ke orang tua murid kalau ada kesalahan biodata.
Begitu ada laporan, OPS bisa langsung bergerak cepat:
- Data diperbaiki
- Dapodik aman
- jika ada kesalahan pada Rapor, bisa dicetak ulang tanpa drama
Semua senang, semua tenang.
Dampak ke PIP: Jangan Anggap Sepele Data Peserta Didik Salah
Kesalahan data peserta didik itu bukan cuma soal administrasi sekolah. Efeknya bisa merambat ke PIP (Program Indonesia Pintar).
Data yang tidak sinkron antara sekolah dan Dukcapil sering bikin:
- Pengusulan PIP ditolak
- Atau masuk daftar antrean tanpa kejelasan
Karna sebelum masuk ke DTKS data tersebut sudah padan atau valid dengan Dukcapil sehingga mempermuda proses administrasi yang akan dilakukan Dinas pada pemerintahan yang terkait dalam penyaluran bantuan PIP.
Makanya, kalau peserta didik memang layak menerima PIP, segera perbaiki dan lengkapi data di kolom PIP. Apalagi jika orang tua punya:
- PKH
- KPS
- KKS
- Atau kartu bantuan pemerintah lainnya
| Tabel Isian PIP |
Wajib diinput. Ini bukan formalitas. Data ini membantu proses validasi supaya siswa bisa lebih cepat menerima manfaat PIP. Dan di titik ini, OPS sebenarnya sedang jadi jembatan kecil yang dampaknya besar.
Update Data Sarpras
Masuk ke bagian Sarpras. Nah, ini juga wajib hukumnya untuk di-update, dan idealnya sudah beres sebelum bulan Maret (bulan ke-3). Kenapa harus dikebut dari Januari? Jawabannya simpel, biar napas masih panjang, nggak ngos-ngosan dikejar deadline?
Januari itu waktu yang pas. Pikiran masih relatif segar, agenda belum terlalu padat, dan kita punya ruang buat mikir dengan kepala dingin.
Kenapa Data Sarpras Harus Siap dari Januari?
Biasanya, pendataan atau permohonan bantuan Sarpras mulai ramai di bulan Maret. Entah itu dari dinas yang minta data, atau dari sekolah yang mau mengajukan:
- perbaikan bangunan,
- rehabilitasi ruang kelas,
- atau bahkan pembangunan gedung baru.
Kalau data Sarpras belum rapi? Ya siap-siap lembur, bolak-balik revisi, dan salah input yang bikin kerja dua kali.
Dengan update dari Januari, kita bisa pelan-pelan nyusun semuanya:
- rincian kerusakan bangunan,
- ruang apa saja yang bermasalah,
- bangunan mana yang sudah nggak layak,
- dan mana yang masih bisa diselamatkan.
Detail yang Perlu Dicek di Data Sarpras
Saat update Sarpras, jangan asal centang. Perlu dilihat satu per satu, meski rasanya repetitif. Beberapa hal penting yang wajib diperhatikan:
- Apakah masih ada lahan untuk pembangunan baru?
- Jenis kerusakan bangunan:
- rusak ringan
- rusak sedang
- atau sudah berat
- Bagian apa yang rusak: atap, lantai, dinding, kusen, atau instalasi lainnya.
Ini penting karena kategori kerusakan menentukan sumber anggaran. Untuk rusak ringan, biasanya masih bisa ditangani lewat dana BOS. Jadi datanya harus jelas sejak awal, biar nggak salah langkah saat eksekusi.
Sinkron dengan Perencanaan Anggaran
Alasan lain kenapa Sarpras ideal dikerjakan di awal tahun, ya karna pas momennya dengan penyusunan perencanaan anggaran !!. Data sudah siap, kebutuhan sudah jelas, tinggal disesuaikan dengan kemampuan anggaran sekolah.
Nggak ada lagi cerita:
“Eh, ini kok belum masuk rencana?”
“Atap bocor ternyata belum diinput.”
Semua sudah tercatat, terdokumentasi, dan tinggal dijalankan sesuai jalurnya.
Intinya: Januari Itu Waktu Emas
Update Sarpras di bulan Januari itu bukan sekadar rutinitas. Ini strategi. Biar kerjaan lebih manusiawi, nggak mepet
Gabung dalam percakapan