Integrasi dan Sinkronisasi Lintas Aplikasi
Integrasi dan sinkronisasi lintas aplikasi sering jadi sumber pusing bagi OPS. Tidak cukup hanya sinkronisasi Dapodik atau EMIS saja data itu harus mengalir mulus ke Info GTK, E-Rapor, ARKAS, dan aplikasi lain. Kalau ada satu titik yang macet, efeknya bisa panjang, mulai dari tunjangan tertunda sampai pelaporan tidak bisa dilakukan.
Integrasi dan Sinkronisasi Lintas Aplikasi
Dapodik/EMIS adalah “ibu data” semua aplikasi lain mengambil informasi dari sana. Itulah sebabnya perbaikan kecil di Dapodik bisa berdampak besar di aplikasi lain.
A. Alur Data Kritis: Dari Dapodik ke Aplikasi Lain
OPS perlu memahami bagaimana data bergerak dari satu sistem ke sistem lain. Semakin paham alurnya, semakin mudah menemukan dan memperbaiki error.
1. Info GTK
Info GTK dipakai untuk memvalidasi kelayakan SKTP guru. Aplikasi ini menarik data NUPTK, NIK, status pegawai, riwayat pendidikan, dan BKG (Beban Kerja Guru) semua data ditarik langsung dari Dapodik.
Kalau ada perbedaan data antara Dapodik dan Info GTK misalnya BKG tidak terbaca 24 JTM status langsung berubah menjadi Belum Valid atau Tertunda. Dampaknya: tunjangan tidak bisa cair.
2. E-Rapor
E-Rapor menarik data sekolah (guru, siswa, rombel) dari Dapodik/EMIS. Jika data rombel tidak sinkron, guru tidak akan menemukan kelas atau siswa di akun mereka.
Masalah umum: wali kelas tidak menemukan siswa yang sebenarnya aktif di kelas. Penyebabnya biasanya data rombel belum sinkron atau terjadi error mapping.
3. ARKAS
ARKAS mengambil jumlah siswa cut-off dari Dapodik sebagai dasar perhitungan dana BOSP/BOS. Karena itu, sinkronisasi OPS menentukan besarnya dana yang bisa digunakan sekolah.
Kalau sinkronisasi telat atau salah, bendahara memakai angka yang keliru. Ini bisa jadi temuan audit karena data ARKAS tidak sesuai data pusat.
B. Strategi Troubleshooting Kegagalan Integrasi
Masalah integrasi biasanya bukan hal besar hanya kesalahan kecil yang menempel di beberapa titik. Tapi tanpa langkah troubleshooting yang terstruktur, masalah kecil bisa jadi panjang.
1. Prioritaskan Validasi NIK dan NUPTK
Sebagian besar masalah guru di Info GTK berasal dari NIK tidak padan atau NUPTK tidak aktif. Ini akar masalah terbanyak.
- Cek status NIK/NUPTK di Verval PD/PTK sebelum sinkronisasi.
- Pastikan data kependudukan sudah sesuai Dukcapil.
- Lakukan sinkronisasi ulang setelah perbaikan.
Jika NIK tidak padan, data akan ditolak Info GTK meskipun semua isian di Dapodik sudah benar.
2. Cek Riwayat Patch dan Versi Aplikasi
Kadang masalah bukan dari datanya, tapi dari versi aplikasi. Perbedaan patch antara Dapodik, E-Rapor, atau aplikasi pendukung bisa menyebabkan data tidak bisa ditarik.
Pastikan semua aplikasi sudah update. Banyak kasus E-Rapor tidak bisa tarik rombel hanya karena versi webservice belum diperbarui.
3. Manfaatkan Log Sinkronisasi dan Cache Data
Log sinkronisasi adalah “jejak kaki error” yang sangat membantu. Sering diabaikan, padahal log memberi petunjuk jelas tentang data mana yang bermasalah.
- Baca log sinkronisasi setelah upload data.
- Identifikasi kode atau jenis error yang muncul.
- Perbaiki data lalu sinkron ulang.
Clear cache browser atau coba browser berbeda juga bisa menghilangkan error kecil pada tampilan atau tarik data. Ini salah satu solusi tercepat untuk error minor.
Penutup
Mengelola integrasi lintas aplikasi memang rumit, tapi bukan tidak mungkin. Dengan memahami alur data dan langkah troubleshooting yang tepat, OPS bisa mencegah banyak masalah sebelum terjadi. Semakin bersih data di Dapodik, semakin lancar alur ke Info GTK, E-Rapor, dan ARKAS.
Gabung dalam percakapan